Showing posts with label Pediatrics. Show all posts
Showing posts with label Pediatrics. Show all posts

10/30/2016

, ,

Penilaian Status Gizi Anak

Ada beberapa cara melakukan penilaian status gizi pada kelompok masyarakat. Salah satunya adalah dengan pengukuran tubuh manusia yang dikenal dengan Antropometri. Dalam pemakaian untuk penilaian status gizi, antropomteri disajikan dalam bentuk indeks yang dikaitkan dengan variabel lain. Variabel tersebut adalah sebagai berikut : 
a.      Umur.
Umur sangat memegang peranan dalam penentuan status gizi, kesalahan penentuan akan menyebabkan interpretasi status gizi yang salah. Hasil penimbangan berat badan maupun tinggi badan yang akurat, menjadi tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan umur yang tepat. Kesalahan yang sering muncul adalah  adanya kecenderunagn untuk memilih angka yang  mudah seperti 1 tahun; 1,5 tahun; 2 tahun. Oleh sebab itu penentuan umur anak perlu dihitung dengan cermat. Ketentuannya adalah 1 tahun adalah 12 bulan, 1 bulan adalah 30 hari. Jadi perhitungan umur  adalah  dalam bulan penuh, artinya sisa umur dalam hari tidak diperhitungkan ( Depkes, 2004).
b.      Berat Badan
Berat badan merupakan salah satu ukuran yang memberikan gambaran massa jaringan, termasuk cairan tubuh. Berat badan sangat peka terhadap perubahan yang mendadak baik karena penyakit infeksi maupun konsumsi makanan  yang menurun. Berat badan ini  dinyatakan dalam bentuk indeks BB/U (Berat Badan menurut Umur) atau melakukan penilaian dengam melihat perubahan  berat badan pada saat pengukuran dilakukan, yang dalam penggunaannya memberikan gambaran keadaan kini. Berat badan paling banyak digunakan karena hanya memerlukan satu pengukuran, hanya saja tergantung pada ketetapan umur, tetapi kurang dapat menggambarkan kecenderungan perubahan situasi gizi dari waktu ke waktu (Djumadias Abunain, 1990).
c.       Tinggi Badan
Tinggi badan memberikan gambaran  fungsi pertumbuhan yang dilihat dari keadaan  kurus kering dan kecil pendek. Tinggi badan  sangat baik untuk melihat keadaan gizi masa lalu terutama yang berkaitan dengan  keadaan   berat badan lahir rendah dan kurang gizi pada masa balita. Tinggi badan dinyatakan dalam bentuk Indeks TB/U ( tinggi badan menurut umur), atau juga  indeks BB/TB ( Berat Badan menurut Tinggi  Badan)  jarang dilakukan karena perubahan tinggi  badan yang lambat dan biasanya  hanya dilakukan setahun sekali. Keadaan indeks ini pada umumnya memberikan gambaran keadaan lingkungan yang tidak baik, kemiskinan dan akibat tidak sehat yang menahun ( Depkes RI, 2004).
Berat badan dan tinggi badan   adalah salah satu parameter penting untuk menentukan status kesehatan manusia, khususnya yang berhubungan dengan status gizi. Penggunaan Indeks BB/U, TB/U dan BB/TB merupakan indikator status gizi untuk melihat adanya gangguan fungsi pertumbuhan dan komposisi tubuh (M.Khumaidi, 1994).
Penggunaan berat badan dan tinggi badan akan lebih jelas dan sensitive/peka dalam menunjukkan  keadaan gizi kurang bila  dibandingkan dengan penggunaan BB/U. Dinyatakan dalam BB/TB, menurut standar WHO bila prevalensi  kurus/wasting -2SD diatas 10 % menunjukan suatu daerah tersebut mempunyai masalah gizi yang sangat serius  dan berhubungan langsung dengan  angka kesakitan.

Data baku WHO-NCHS indeks BB/U, TB/U dan BB/TB disajikan dalan dua versi yakni persentil (persentile) dan skor simpang baku (standar deviation score = z). Menurut Waterlow,et,al, gizi anak-anak dinegara-negara yang populasinya relative baik (well-nourished), sebaiknya digunakan “presentil”, sedangkan dinegara untuk anak-anak yang populasinya relative kurang (under nourished) lebih baik menggunakan skor simpang baku (SSB) sebagai persen terhadap median baku rujukan ( Djumadias Abunaim,1990).

Tabel 2. Interpretasi Status Gizi Berdasarkan Tiga Indeks Antropometri (BB/U,TB/U, BB/TB  Standart Baku Antropometeri WHO-NCHS)
No
Indeks yang digunakan
Interpretasi
BB/U
TB/U
BB/TB





1
Rendah
Rendah
Normal
Normal, dulu kurang gizi

Rendah
Tinggi
Rendah
Sekarang kurang ++

Rendah
Normal
Rendah
Sekarang kurang +
2
Normal
Normal
Normal
Normal

Normal
Tinggi
Rendah
Sekarang kurang

Normal
Rendah
Tinggi
Sekarang lebih, dulu kurang
3
Tinggi
Tinggi
Normal
Tinggi, normal

Tinggi
Rendah
Tinggi
Obese

Tinggi
Normal
Tinggi
Sekarang lebih, belum obese
Keterangan : untuk ketiga indeks ( BB/U,TB/U, BB/TB) :
Rendah   : < -2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS 
Normal   : -2 s/d +2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS
Tinggi    :  > + 2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS

Sumber : Depkes RI 2004.

Pengukuran Skor Simpang Baku (Z-score) dapat diperoleh dengan  mengurangi Nilai Induvidual Subjek (NIS) dengan Nilai Median Baku Rujukan (NMBR) pada umur yang bersangkutan,  hasilnya dibagi dengan Nilai Simpang Baku Rujukan (NSBR). Atau dengan menggunakan rumus :



                                                  Z-score = (NIS-NMBR) / NSBR

 
 



Status gizi berdasarkan rujukan WHO-NCHS dan kesepakatan Cipanas 2000  oleh para pakar Gizi dikategorikan seperti diperlihatkan pada tabel 1 diatas serta di interpretasikan berdasarkan  gabungan tiga indeks antropometri seperti yang terlihat pada tabel 2.  

Untuk memperjelas penggunaan rumur Zskor dapat dicontohkan sebagai berikut
Diketahui BB= 60 kg  TB=145 cm    
Umur : karena umur dengan indeks BB/U, TB/U dan BB/TB berdasarkan WHO-NCHS  hanya dibatasi  < 18 tahun  maka disini  dicontohkan anak laki-laki usia 15 tahun
           
Table weight (kg)  by  age of boys aged 15 year from WHO-NCHS
Age
Standard Deviations
Yr
mth
-3sd
-2sd
-1sd
Median
+1sd
+2sd
+3sd
15
0
31.6
39.9
48.3
56.7
69.2
81.6
94.1
Sumber: WHO, Measuring Change an Nutritional Status, Genewa 1985

Table weight (kg)  by  stature of boys 145 cm in Height from WHO-NCHS
Stature
Standard Deviations
cm
-3sd
-2sd
-1sd
Median
+1sd
+2sd
+3sd
145
0
24.8
28.8
32.8
36.9
43.0
49.2
55.4
Sumber: WHO, Measuring Change an Nutritional Status, Genewa 1985

Table stature (cm) by age of boys aged 15 year from WHO-NCHS
Stature
Standard Deviations
Yr  mth
-3sd
-2sd
-1sd
Median
+1sd
+2sd
+3sd
15
0
144.8
152.9
160.9
169.0
177.1
185.1
193.2
Sumber: WHO, Measuring Change an Nutritional Status, Genewa 1985

Jadi untuk indeks BB/U adalah
            = Z Score = ( 60 kg – 56,7 ) / 8.3 =  + 0,4 SD
= status gizi baik
Untuk IndeksTB/U adalah
            = Z Score = ( 145 kg – 169 ) / 8.1 =  - 3.0 SD
= status gizi  pendek
Untuk Indeks BB/TB adalah
= Z Score = ( 60 – 36.9 ) / 4 =  + 5.8 SD
= status gizi gemuk 

1/29/2011

, , ,

Infeksi Rubella Pada Kehamilan


CONGENITAL RUBELLA
Rubella adalah virus teratogenik
Sindrom rubella kongenital (CRS) terjadi selama wabah rubela AS Tahun 1964
Janin yang beresiko CRS hanya selama infeksi primer
Kemungkinan infeksi janin terjadi selama 4 minggu pertama setelah pembuahan 61%, 5-8 w: 26%; 9-12 b: 8%, setelah 12 w: CONGENITAL RUBELLA SYNDROME
Kelainan yang paling umum yang terkait dengan infeksi 1 trim adalah: gangguan pendengaran di 60% -755%, cacat mata:% 50-90%; penyakit jantung: 40-85%; retardasi psikomotor: 25-40% Kelainan lainnya adalah: IUGR, hepatosplenomegali
Jarang: thrombocytopeni, meningoencephalities

EPIDEMIOLOGY
Juga disebut Jerman campak, disebabkan oleh virus rubella
Minor infeksi pada tidak adanya kehamilan
Transmisi dari kontak langsung dengan sekresi nasofaring dari orang yang terinfeksi
Masa yang paling menular adalah beberapa hari sebelum timbulnya ruam maculopapuler
Masa inkubasi berkisar 14-21 hari


MATERNAL INFECTION
Bergejala pada 50% -70%
Ringan, ruam makulopapular selama 3 hari
Demam, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, dan sakit tenggorokan
Generalized limfadenopati (khususnya postauricular, oksipital)
Transient arthritis


FETAL INFECTION
Setidaknya 50% janin terinfeksi saat infeksi ibu primer terjadi pada trimester pertama, ketika risiko terbesar muncul anomali kongenital
Beberapa organ sistem keterlibatan
Cacat bawaan: katarak, microphthalmia, glaukoma, PDA, stenosis arteri paru, atrioventrikular cacat, septum tuli, mikrosefali, ensefalopati, retardition mental dan impairement motor
Continue
Sepertiga dari bayi tanpa gejala pada saat lahir dapat berkembang manifestasi akhir, termasuk diabetes melitus, gangguan tiroid, dan dewasa sebelum waktunya pubertas
Kematian 4-9% aborsi spontan, lahir mati 2-3% Keseluruhan kematian bayi dengan sindrom rubella bawaan adalah 5-35%


Simak penjelasan Infeksi Rubella.ppt lengkapnya disini !
,

Infeksi CMV Cytomegalovirus Penyebab Cacat Buta Tuli

INTRODUCTION
- DNA herpesvirus jenis ini yg sering menginfeksi manusia
- Penyebab perinatal infeksi yg paling sering di negara2 berkembang: 0,2-2% neonatus.
- CMV berada dalam cairan tubuh dan ditularkan secara person-to-person
- Terjadi melalu hubungan seks atau kontak intim
- Mungkin terjadi pd infeksi intrauterin, infeksi intrapartum, atau infeksi post - partum dari menyusui
- Biasanya pada usia 2 sampai 3 tahun, anak-anak terinfeksi dari satu sama lain dan dapat menularkan kepada orang tua mereka
- Lebih dari 800.000 fetus terinfeksi (selama 20 tahun terakhir) dan 50.000 lahir dengan gejala penyakit.
- Banyak yang telah mati, dan sebagian besar korban cacat parah, keterbelakangan mental, kebutaan, mental dan tuli

Infeksi Maternal

- Tidak ada bukti bahwa kehamilan meningkatkan risiko atau keparahan klinis infeksi CMV ibu
- Kebanyakan infeksi asimtomatik, sekitar 15% muncul gejala demam, faringitis, lymphodenopathy dan polyarthritis
- Infeksi primer akan meningkatkan aminotransferase serum atau limfositosis

PENGOBATAN
- Tidak ada pengobatan untuk infeksi CMV ibu primer, juga tidak atau perawatan profilaksis utk janin
- Gancyclovir 5 mg / KG intravena dua kali sehari selama 14-21 hari (untuk recipien transplantasion)

Bagaimana Diagnosis dan penjelasan lainnya? Download Infeksi CMV Cytomegalovirus.ppt selengkapnya disini!
, , ,

Retardasi Mental Anak

PENGERTIAN Retardasi Mental
1. Menurut Triman (1982)
Bukan merupakan suatu penyakit, melainkan suatu keadaan dimana individu menunjukkan gangguan fungsi intelek, yang dimulai sejak masa perkembangan dan bermanifestasi pada gangguan belajar dan penyesuaian diri dengan lingkungannya
2. Menurut American Association of Retardation Mental (1973)
Menggambarkan fungsi intelektual umum yang secara bermakna berada di bawah rerata (dua simpangan baku normal) yang mengakibatkan gangguan dalam penyesuaian tingkah laku dan manifestasinya terjadi selama masa perkembangan

KRITERIA DIAGNOSIS
Retardasi Mental (PPDGJ)

- Fungsi intelektual umum secara bermakna kurang dari rata-rata; IQ=70 pada tes IQ yang dilakukan secara individual (pada bayi karena tes IQ yang tersedia tidak menghasilkan nilai menurut angka, sehingga dibuat berdasarkan pertimbangan klinis)
- Bersamaan dengan itu, terdapat hendaya/ kekurangan dalam perilaku adaptif yang dipertimbangkan berdasarkan umur dan budaya
- Timbul sebelum usia 18 tahun

Apabila terdapat gejala tingkah laku yang memerlukan terapi/ perhatian, misal: agresif, mutilasi diri atau kecemasan harus dicatat dalam angka kelima dengan kode
1: Dengan gejala tingkah laku yang perlu terapi/ perhatian
0: Tidak terdapat

FAKTOR PENYEBAB dapat dibagi menjadi:
1. Sebelum kelahiran
2. Selama proses kelahiran
3. Setelah lahir

1. Sebelum kelahiran
- Kelainan kromosom: Down’s syndrome, Klinefelter syndrome, Turner syndrome, disebabkan karena sinar X (R’o’)
- Infeksi: Rubela, Cytomegalovirus, Sifilis, Toxoplasmosis
- Kelainan perkembangan: Hidrosefalus, Mikrosefalus
- Gangguan metabolisme: Hipotiroid, Galaktosuria, Aminoasiduria
- Nutrisi => status gizi ibu jelek
- Prematuritas
- Intoksikasi: Timah, Ensefalopati bilirubin

2. Selama proses kelahiran
- Trauma fisik: Forceps => terjadi perdarahan otak
- Asfiksia => Partus Lama

3. Setelah kelahiran
- Infeksi: Meningitis, ensefalitis
- Kejang => penyakit organik di otak
- Buta/tuli => kurang rangsangan
- Gangguan metabolisme =>Hipotiroid
- Nutrisi
- Psikososial/sosiobudaya:
- Sosek rendah: prenatal care, status gizi, penyakit infeksi
- Lingkungan => kurang memacu perkembangan intelek
- Gangguan jiwa yang berat pada masa kanak-kanak



Bagaimana penggolongan retardasi mental? Simak Retardasi Mental Anak.ppt selengkapnya disini!