6/01/2015

, ,

Definisi Kesehatan Reproduksi

1. Definisi Kesehatan Reproduksi 
Kesehatan Reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik fisik, mental, social dan lingkungan serta bukan semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan system reproduksi, fungsi serta prosesnya (WHO, 1992 ).  
Kesehatan reproduksi mempunyai implikasi bahwa setiap orang baik laki-laki maupun perempuan mampu memenuhi keinginan sexualnya, secara aman bagi diri dan keluarganya. Karena itu akses terhadap pelayanan reproduksi turut menentukan status kesehatan reproduksi seseorang.
2. Ruang Lingkup Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan
Dalam program Kes-repro pendekatan siklus hidup yang berarti memperhatikan kekhususan kebutuhan penanganan system reproduksi pada setiap fase kehidupan, serta kesinambungan antar fase kehidupan tersebut.
  Dalam siklus kehidupan ada 4 komponen yang diprioritaskan :
a. Kesehatan Ibu dan Bayi baru lahir
b. Keluarga Berencana
c. Kesehatan reproduksi remaja
d. Pencegahan dan penanganan PMS termasuk HIV / AIDS
3. Hak-hak Reproduksi
Dapat diartikan bahwa setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan  mempunyai hak sama untuk memutuskan secara bebas dab bertanggung jawab, mengenai jumlah anak, jarak antar anak, serta dalam menentukan waktu kelahiran anak dan dimana akan melahirkan.
Hak Reproduksi dapat dijabarkan secara praktis :
a. Setiap orang berhak mencapai standar tertinggi kesehatan reproduksi
b. Perempuan dan laki-laki  sebagai pasangan atau individu berhak memperoleh informasi lengkap tentang sexualitas dan masalah Kes-repro.
c. Hak untuk memperoleh pelayanan KB.
d. Perempuan berhak memperoleh  kesehatan yang dibutuhkannya.
e. Hubungan suami istri didasari penghargaan terhadap pasangan masing-masing.
f. Para remaja, baik laki-laki maupun perempuan berhak memperoleh informasi yang tepat dan benar tentang reproduksi remaja.
g. Laki-laki dan perempuan berhak mendapat informasi yang mudah dimengerti dan lengkap tentang PMS, HIV/ AIDS

, ,

Teknik Anestesi Lokal Perineum

● Pengertian :
-          Anestesi lokal pada perinum dalah upaya kendali nyeri pada darah perineum dengan bahan anestesi yang diberkan secara infiltrasi
-          Prosedur : dapat dilakukan sebelum tindakan operatif pada daerah perineum maupun setelah terjadi laserasi / robekan pada perineum
● Indikasi :
-          Episiotomi
-          Reparasi laserasi perineum
-          Tindakan operatif persalinan pervaginam
 ● Peringatan :
-          pastikan tidak terdapat riwayat alergi terhadap lidocain
-          jangan menyuntik ke dalam pembuluh darah
 ● Memberikan anestesi lokal
-          Berikan anestesi lokal pada setiap ibu yang memerlukan penjahitan laserasi atau episiotomi
-          Gunakan suntikan steril sekali pakai dengan jarum 22 panjang 4 cm
-          Obat standar untuk anestesi lokal adalah lidocain 1% tanpa epinefrin. Atau lidocain 2%dilarutkan 5 ml air steril, perbandingan 1 : 1
   
● Tekniknya :
1.    Jelaskan pada ibu apa yang akan dilakukan
2.    Hisap 10 ml larutan lidocain 1% kedalam tabung suntikan
3.    pasang jarum ukuran 2 ke tabung suntik
4.    tusukkan jarum ke ujung aau pojok laserasi / sayatan (sepanjang tepi luka kearah bawahdiantara mukosa dan kulit perineum)
5.    Aspirasi untuk memastikan bahwa jarum tidak berada dalam pembuluh darah
6.    Suntikkan anestesi sejajar dengan permukaan luka pada saat jarum suntik ditarik perlahan
7.    tarik jarum hingga sampai ke bawah tempat dimana jarum tersebut disuntikkan
8.    Arahkan lagi jarum ke daerah di atas tengah luka dan ulangi langkah ke-4 dan ulangi sehingga tig garis di satu sisi luka mendapatka anestesi lokal. Ulangi proses ini disisi lain dari luka tersebut (Masing-masing sisi memerlukan sekitar 5 lidocain 1%)

9.    Tunggu 1-2 menit biar anestesi bekerja

Manfaat ASI


A.  Manfaat ASI untuk Bayi
1.    Nutrien (zat gizi) yang sesuai untuk bayi
§  Lemak
      Sumber kalori utama dalam ASI adalah lemak. Sekitar 50% kalori ASI berasal dari lemak. Kadar lemak dalam ASI antara 3,5 – 4,5%. Kadar lemak ASI matur dapat berbeda menurut lamanya menyusui. Pada eprmulaan menyusu (5 menit pertama) disebut foremilk kadar lemak ASI rendah (1-2 g/dl) dan lebih tinggi pada hindmilk (ASI yang dihasilkan pada akhir menyusui, setelah 15-20 menit). Kadar lemak bisa mencapai 3 kali dibandingkan dengan foremilk.
§  Karbohidrat
      Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa, yang kadarnya paling tinggi dibanding susu mamalia lain (7 g%). Laktosa mempunyai manfaat lain, yaitu mempertinggi absorbsi kalsium dan merangsang pertumbuhan laktobasilus bifidus.
§  Protein
      Kadar protein ASI sebesar 0,9%.
§  Garam dan mineral
      Ginjal neonatus belum dapat mengkonsentrasikan air kemih dengan baik, sehingga diperlukan susu dengan kadar garam dan mineral yang rendah. ASI           mengandung garam dan mineral lebih rendah dibanding susu sapi.
§  Vitamin
      ASI cukup mengandung vitamin yang diperlukan bayi. Vitamin K yang berfungsi sebagai katalisator pada poses pembekuan darah terdapat dalam ASI dengan jumlah yang cukup dan mudah diserap. Dalam ASI juga banyak vitamin E, terutama di kolostrum.
2.    Mengandung zat protektif
      Bayi yang mendapat ASI lebih jarang menderita penyakit, karena adanya zat protektif.
§  Antibodi
      Mekanisme pembentukan antibodi pada ASI adalah sebagai berikut : apabila ibu mendapat infeksi, maka tubuh ibu akan membentuk antibodi dan akan disalurkan dengan bantuan jaringan limfosit.
§  Tidak menimbulkan alergi
3.    Mempunyai efek psikologis yang menguntungkan
      Waktu menyusu kulit bayi akan menempel pada kulit ibu. Kontak kulit yang dini ini akan sangat besar pengaruhnya pada perkembangan bayi kelak.
 4.    Menyebabkan pertumbuhan yang baik
      Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai berat badam yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal baik, dan mengurangi kemungkinan obesitas
5.    Mengurangi kejadian karies dentis
6.    Mengurangi kejadian maloklusi
      Telah dibuktikan bahwa salah satu penyebab maloklusi rahang adalah kebiasaan lidah yan mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol dan dot.
B. Manfaat ASI untuk Ibu
1)    Aspek kesehatan ibu
2)    Aspek keluarga berencana
3)    Aspek psikologis
C. Manfaat ASI untuk Keluarga
1.    Aspek ekonomi
2.    Aspek psikologis
3.    Aspek kemudahan
D. Manfaat ASI untuk Negara
1)    Menurunkan angka kesakitan dan kematian anak
      Adanya faktor protektif dan nutrien yang sesuai dalam ASI menjamin status gizi bayi baik, serta kesakitan dan kematian anak menurun.
2)    Mengurangi subsidi untuk rumah sakit
3)    Mengurangi devisa untuk membeli susu formula
4)    Meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa

Referensi :
Pusdiknakes WHO, JHPIEGO.2003.Asuhan Kebidanan Pospartum             pada Ibu Post-          Partum Perinasia. Jilid 4

Perinasia.2003.Manajemen Laktasi.Jakarta : Perkumpulan Perinatologi Indonesia

2/06/2011

Penyebab Kemandulan: Pembahasan Infertilitas


DEFINISI ( WHO )


INFERTILITAS PRIMER
PASANGAN DENGAN SANGGAMA TERATUR TANPA PROTEKSI
SELAMA > 12 BULAN TIDAK MENGALAMI KONSEPSI


INFERTILITAS SEKUNDER
PASANGAN SEBELUMNYA PERNAH MENGALAMI KONSEPSI ,
KEMUDIAN TIDAK MAMPU KONSEPSI LAGI WALAUPUN
SENGGAMA TERATUR TANPA PROTEKSI > 12 BULAN.


INFERTILITAS IDIOPATIK
PASANGAN YANG TIDAK DIDAPATKAN KELAINAN FISIK
MAUPUN LABORATORIK, DENGAN SANGGAMA TERATUR TANPA
PENCEGAHAN SELAMA > 24 BULAN BELUM HAMIL


KEHAMILAN SIA-SIA
ISTRI MAMPU KONSEPSI , TETAPI TIDAK MAMPU HAMIL
MENCAPAI CUKUP BULAN , ATAU MENDAPATKAN BAYI HIDUP.

SYARAT FERTIL

SUAMI
Testis minimal satu  menghasilkan
sperma normal
Saluran epididimis dan vas deferens
patent
Mampu ereksi – penetrasi
Ejakulasi adekuat  sperma masuk
vagina sempurna

ISTRI
Sistem neuroendokrin hipotalamus –
hipofisis – ovarium –mampu
menghasilkan ovum / oosit
Tuba Fallopii minimal satu
berfungsi baik ( patent )
Vagina normal dan mampu menerima
spermatozoa
Uterus dan sistem hormonal mampu
menerima dan membesarkan embrio


PENGELOLAAN INFERTILITASMerupakan pengelolaan pasangan

PEMERIKSAAN SUAMI
1. Anamnesis
- lama nikah
- cara hubungan / senggama
- pengobatan / usaha infertilitas sebelumnya
- penyakit sitemik yang kronis / Parotitis
- riwayat pengobatan khusus / lama
- pernah trauma / dilakukan pembedahan
- infeksi : STD , Non STD
- risiko lingkungan / pekerjaan
- kebiasaan rokok, alkohol , narkoba

2. Pemeriksaan fisik
- keadaan umum, tanda vital , TB dan BB
- fisik umum
- tanda kelamin sekunder, ginekomastia
- penis : bentuk, ukuran, hipospadia, sikatriks
- testis : tempat, ukuran, epididimis, vas deferens, varikokel
- palpasi prostat


3. Analisis semen

- metoda : WHO Laboratory Manual for The
Examination of Human and Semen – Cervical
Mucus Interaction .
- minimal 2 pemeriksaan : jarak minimal 2 minggu


Nomenklatur ( Eliasson et.al )

1. Normosprnia : ejakulat sesuai standar normal
2. Oligozoospermia : konsentrasi < standar
3. Asthenozoospermia  motilitas < standar
4. Teratozoospermia  morfologi normal < standar
5. Oligoasthenoteratozoospermia  kombinasi
6. Azoospermia  tidak ada sperma dalam ejakulat
7. Aspermia  tidak ada ejakulat

Bagaimana diagnosa dan tatalaksananya? Simak .ppt selengkapnya disini!